PORTAL SKPD

Pemkab OKU Wacanakan Gandeng BPPT Terapkan Pilkades Serentak Secara Elektronik (e-Voting).

BPPT secara teknis telah sukses laksanakan metode pemilihan secara elektronik (e-Voting) untuk Pemilihan Kepala Desa di Babakan, Ciseeng, Kab. Bogor. Dikatakan Deputi Teknologi Informasi Energi dan Material BPPT, Hammam Riza saat menyaksikan langsung, bahwa Pilkades Babakan ini merupakan miniatur Pilkada, yang juga pada pelaksanaanya dilakukan secara serentak dan seluruh prosesnya, mulai dari validasi hingga penghitungan suara dilaksanakan secara elektronik. “Pemilu elektronik di Desa seluruh prosesnya dapat dilakukan secara elektronik. Validasi KTP-el secara elektronik menggunakan alat pembaca. Kemudian pemilihan suara juga di lakukan dengan menyolek layar sentuh komputer di bilik suara. Tak perlu coblos surat suara yang berpotensi rusak. Terakhir penghitungan suara, juga langsung ditayangkan usai pemilihan berlangsung,” rinci Hammam. Pemilu secara elektronik ini sebut Hammam terdiri dari proses e-verifikasi, e-voting dan e-rekapitulasi. Oleh karena itu kata Hammam, Proses Pemilu secara elektronik ini tentu akan meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan pemungutan suara. “Kami telah lima ratusan kali laksanakan Pilkades elektronik di berbagai wilayah Indonesia. Tepatnya 526 kali, dan hari ini adalah Pilkades elektronik yang ke 527, yang didampingi pelaksanaannya oleh tim teknis BPPT bekerjasama dengan unsur terkait. Alhamdulillah prosesnya lancar,” ucap Hammam dengan bangga. Hammam juga menuturkan bahwa BPPT secara teknis siap untuk melaksanakan metode pemilihan secara elektronik ini untuk level Pemilihan Kepala Daerah. Sementara Direktur Pusat Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (PTIK-BPPT), Michael Andreas Purwoadi lebih lanjut menjelaskan, pelaksanaan e-Pilkades ini dibuat sebagai miniatur Pilkada, yang mana hasil dari setiap bilik akan dikirim langsung ke data center untuk direkapitulasi, dan hasilnya ditayangkan secara langsung. “Prosesnya bukan hanya e-voting saja, tetapi e-Pemilu. Jadi, pemilih datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara), lakukan e-verifikasi, kemudian ke bilik suara untuk memberikan suaranya melalui sistem e-voting. Hasil penghitungan juga dijumlahkan secara e-counting, dan hasilnya dikirim ke pusat untuk dilakukan e-rekapitulasi,” tutur Purwoadi di TPS Babakan, Ciseeng, Bogor. Dia menilai, penerapan sistem e-voting ini lebih unggul jauh ketimbang pelaksanaan pemilihan konvensional. Soal kendala dalam penerapan sistem e-voting ini, Andreas mengatakan, tidak ada kendala yang berarti sampai saat ini. “Yang susah, tuh bagian sidik jari (ketika si pemilih berada di bilik suara). Karena kan, biasanya tangan pemilih itu berkeringat, sehingga layarnya terkadang itu basah,” kata Purwoadi. Dituturkan Purwoadi juga, tidak ada margin of error dalam pemungutan suara secara elektronik ini, sebab prosesnya sudah canggih dan otomatis. “Bagaimana caranya margin of error? Enggak ada dong (margin of error-nya), selain gangguan eksternal di sistem, bisa dipastikan semuanya bersih. Jadi, inilah yang sebenarnya kita harapkan, yakni pemilu yang jujur dan akurat. Jadi, begitu pemilihan selesai, komputer ditutup, dihitung semuanya, dan langsung terpampang hasilnya berapa,” ujarnya. Secara terpisah, di provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 26 Oktober 2017 ini sebanyak 48 desa di Kabupaten Banyuasin akan melaksanakan e-voting pilkades. Bupati Ogan Komering Ulu melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ulu H. Ilhamuddin, SH, M.Si menyatakan bahwa pada saat ini Pemkab OKU sedang menjajaki penerapan e-voting pada Pilkades Serentak Kabupaten OKU Tahun 2018. “Pilkades kan acuannya Perda sehingga dibutuhkan kerjasama dan sinergi berbagai pihak terkait dalam pelaksanaan pilkades e-voting” jelas Ilham.

Dibaca 631 | Your IP: 54.90.92.204